seorang nenek tua tertatih-tatih memapah tubuhnya yang mulai renta, menyusuri kerumunan jalanan kota metropolitan kawasan lampu merah sambil menadahkan tangan keriputnya, menunjukkan wajah sesedih-sedihnya,
"pak... uangnya pak.. saya sudah tiga hari ndak makan... 1000.. aja" sambil memanjangkan intonasi di angka rupiah yang sangat dibutuhkannya itu...
sang pemilik mobil BMW seri 6 keluaran terbaru yang harganya sekitar 1,2 milyar itu, mendongakkan kepala ke luar. Wajahnya yang dipenuhi rambut-rambut halus.. memandang sekilas pada si nenek dan nenek-nenek serta anak-anak lainnya di sekitaran lampu merah... dia.. sang pemilik mobil memasukkan kepalanya kembali dan menyuruh sopirnya turun seraya memanggil beberapa anak-anak dan nenek-nenek itu untuk bersama-sama menikmati mobil BMW seri 6 yang baru dibelinya kemarin... nenek-nenek dan anak-anak pengemis itu kebingungan, menoleh kiri-kanan, siapa tahu aja ada kamera, kayak yang di tv-tv itu... nggak ada tuh.. oh.. mungkin disembunyiin...
mobil melaju dengan kecepatan sedang membawa nenek-nenek dan anak-anak pengemis itu menuju sebuah tempat yang misterius... entah.. yang pastinya bukan ke antah berantah...
setelah tiba di tujuan, sang sopir diperintahkan oleh majikan yang berwajah seram untuk segera menuju lampu merah dan angkut sebisa mungkin, kalau bisa sampai habis semua pengemis-pengemis amatiran itu...
Satu jam kemudian RESTORAN BINTAMG LIMA di kota metropolitan itu dipenuhi orang-orang yang seharusnya tak berada di sana... lahap menikmati santapannya.. bersama seorang pria berjanggut yang selalu menghiasi bibirnya dengan bisikan dan senyuman. Adzan berkumandang mengingatkan setiap umatnya untuk bersegera... mesjid hari ini dipenuhi oleh para konglomerat, pengusaha, bisnismen terkenal, dan aktor-aktor kawakan, berdiri bersama dalam satu barisan menyembah DZAT yang sama, di antara orang-orang hebat ini terselip kakek jompo yang kemarin ditemui di persimpangan lampu merah, namun dengan penampilan yang pantas... nampak pula seorang penyandang cacat yang kemarin bersama-sama seorang pria berkulit sawo matang di RESTORAN bintang lima menikmati santapan terlezat yang pernah dirasakannya.. ada pula seorang pemuda yang tampak mengeluarkan buliran-buliran bening dari mata sembabnya...
hari yang cerah tanpa satupun peminta-minta di jalanan...
sore ini nampak seorang wanita lansia yang kemarin menadahkan tangan keriputnya berada di atas kereta dorongnya yang didorong oleh seorang wanita anggun berjilbab biru dan kerudung senada bermotif anggrek bulan...
si nenek berbalik menatap wanita anggun berjilbab itu sambil meneriakkan kata-kata yang membingungkan dengan cipratan-cipratan liur bening bak gerimis dari mulutnya.
"Kyu.. bangun!! udah jam 4 mau tahajjud nggak?" bangun.... Kyu.. bangun....
kursi dorong nenek berguncang hebat... bumi serasa goyah... keseimbangan badanku tak bisa seimbang lagi... aku memegang kursi dorong nenek erat... mendongak.. dan tampak langit-langit kamarku yang bertaburan bintang dari plastik...
nenek meletakkan kembali gayung berisi air yang disemprotkan ke wajahku sambil tersenyum
"sana.. wudhu.. nenek tunggu"
"pak... uangnya pak.. saya sudah tiga hari ndak makan... 1000.. aja" sambil memanjangkan intonasi di angka rupiah yang sangat dibutuhkannya itu...
sang pemilik mobil BMW seri 6 keluaran terbaru yang harganya sekitar 1,2 milyar itu, mendongakkan kepala ke luar. Wajahnya yang dipenuhi rambut-rambut halus.. memandang sekilas pada si nenek dan nenek-nenek serta anak-anak lainnya di sekitaran lampu merah... dia.. sang pemilik mobil memasukkan kepalanya kembali dan menyuruh sopirnya turun seraya memanggil beberapa anak-anak dan nenek-nenek itu untuk bersama-sama menikmati mobil BMW seri 6 yang baru dibelinya kemarin... nenek-nenek dan anak-anak pengemis itu kebingungan, menoleh kiri-kanan, siapa tahu aja ada kamera, kayak yang di tv-tv itu... nggak ada tuh.. oh.. mungkin disembunyiin...
mobil melaju dengan kecepatan sedang membawa nenek-nenek dan anak-anak pengemis itu menuju sebuah tempat yang misterius... entah.. yang pastinya bukan ke antah berantah...
setelah tiba di tujuan, sang sopir diperintahkan oleh majikan yang berwajah seram untuk segera menuju lampu merah dan angkut sebisa mungkin, kalau bisa sampai habis semua pengemis-pengemis amatiran itu...
Satu jam kemudian RESTORAN BINTAMG LIMA di kota metropolitan itu dipenuhi orang-orang yang seharusnya tak berada di sana... lahap menikmati santapannya.. bersama seorang pria berjanggut yang selalu menghiasi bibirnya dengan bisikan dan senyuman. Adzan berkumandang mengingatkan setiap umatnya untuk bersegera... mesjid hari ini dipenuhi oleh para konglomerat, pengusaha, bisnismen terkenal, dan aktor-aktor kawakan, berdiri bersama dalam satu barisan menyembah DZAT yang sama, di antara orang-orang hebat ini terselip kakek jompo yang kemarin ditemui di persimpangan lampu merah, namun dengan penampilan yang pantas... nampak pula seorang penyandang cacat yang kemarin bersama-sama seorang pria berkulit sawo matang di RESTORAN bintang lima menikmati santapan terlezat yang pernah dirasakannya.. ada pula seorang pemuda yang tampak mengeluarkan buliran-buliran bening dari mata sembabnya...
hari yang cerah tanpa satupun peminta-minta di jalanan...
sore ini nampak seorang wanita lansia yang kemarin menadahkan tangan keriputnya berada di atas kereta dorongnya yang didorong oleh seorang wanita anggun berjilbab biru dan kerudung senada bermotif anggrek bulan...
si nenek berbalik menatap wanita anggun berjilbab itu sambil meneriakkan kata-kata yang membingungkan dengan cipratan-cipratan liur bening bak gerimis dari mulutnya.
"Kyu.. bangun!! udah jam 4 mau tahajjud nggak?" bangun.... Kyu.. bangun....
kursi dorong nenek berguncang hebat... bumi serasa goyah... keseimbangan badanku tak bisa seimbang lagi... aku memegang kursi dorong nenek erat... mendongak.. dan tampak langit-langit kamarku yang bertaburan bintang dari plastik...
nenek meletakkan kembali gayung berisi air yang disemprotkan ke wajahku sambil tersenyum
"sana.. wudhu.. nenek tunggu"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar