Kemarin....
Kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Kupejamkan mataku
Dan kubayangkan wajahmu
Dalam pelupuk mataku,
Wajahmu begitu teduh,
Air mukamu pun begitu sejuk,
Namun aku hanya bisa membayangkanmu,
Aku tak pernah melihat wajahmu.
Semalam.....
Bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Sahabat, aku berharap saat ini kau disana
Sedang tersenyum walau badai kehidupan
menerpamu.
Kau tetap tegar karena kau yakin Allah tak kan menimpakan beban kecuali sesuai dengan kemampuanmu.
Namun, aku hanya bisa membayangkan
Senyum tegarmu. Aku tak pernah melihat wajahmu dan akupun tak pernah mendengar suaramu.
Aku mulai mengenalmu, ketika aku melihat
sederet nama di lembaran kertas.
Kupilih namamu.
Subhannallah.. teknologi karunia Allah,
Menghantarkanku mengenalmu yang jauh
di seberang sana hanya dengan sebuah sms.
Aku mengenal saudaraku seiman.
Aku mencintaimu karena Allah.
Tahukah kau? Saat ini aku bahagia sekali.
Aku berharap, perkenalanku denganmu dapat meneguhkan keimananku.
Kini setelah sekian lama
Aku menanti kabar darimu,
Sebetik berita darimu pun
Tak pernah sampai
Aku merindukanmu.
Aku pun sadari,,,,Ku segera berlari
Aku terus memburu kabar tentangmu.
Aku ingin bertanya pada angin
Yang pernah menghirup aromamu,
Pada malam yang menyelimutimu.
Aku merindukanmu.
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi
Firasatku inginkan kau tuk
Cepat pulang....cepat kembali
Jangan pergi lagi
Sahabat, seandainya kutahu dimana dirimu, ingin rasanya ku segera berlari menerjang ruang dan waktu.
Aku ingin mendekapmu erat dan menumpahkan kerinduanku di pelukanmu.
Ingin kubisikkan ke telingamu
Di sela isak tangis haruku,
...aku selalu ada untukmu..,.
Sahabat, aku sungguh tak rela
bila engkau bersedih
aku ingin menjelma menjadi perisai dalam
hidupmu, bersama kita menerjang badai
kehidupan.
Akhirnya...
Bagai sungai yang mendamba samudera
Kutahu pasti, kemana ku kan bermuara
Smoga ada waktu.....
Aku selalu mendoakanmu.
Aku berharap sesaat saja mendengar suaramu, ”...aku baik-baik saja...”
Sebelum kita bertemu di [perjamuan Nya.
Kepada Allah, hanya kepada Nya
Aku bisa menitipkanmu.
Sayangku...
Kupercaya alampun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini....Rasa rindukah ?
Ataukah tanda bahaya...?
Aku tak peduli....Ku terus berlari....
Tahu kah kau?
Kala terjaga aku gelisah, tidurpun gundah. Seakan kuingin berlari ke tepian pantai dan
Berteriak bersaing dengan deru ombak
Cepat pulang... cepat kemali
Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang....Cepat kembali
Jangan pergi lagi
Aku terkulai lemas. Aku berharap,
Kau yang diseberang sana mendengar suara hatiku yang kutitipkan pada angin.
Aku merindukanmu.
Hujan turun membasahi
Seolah kuberair mata
Dua mataku mencair mencemaskanmu
Cepat pulang... cepat kemali
Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang....Cepat kembali
Jangan pergi lagi
Sahabat, setetes berita darimu
Melautkan sahara rinduku.
Akupun sadari...engkaulah fiasat hati...
(diambil dari OpenminD)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar