”Lho?! Pak, katanya ada sunatan massal? ....
Kok cuma tinggal tenda sama meja sunatnya doang? Mantri sunatnya mana nih?” Tanya Jupri kepada salah satu kader partai yang bertugas jadi panitia sunatan massal
”Waduh, mantrinya baru saja pulang sebelum kamu datang tadi. Yah,...kira-kira tiga menit yang lalu. Acaranya kan cuma sampai jam satu?! Ini udah jam satu lewat ” jawab kader partai tersebut sambil menunjuk jam di tangannya.
”Padahal tadi mantrinya udah nunggu lama lho..!” sambung si kader partai.
”Terus adik saya ga jadi disunat nih?”
”Ya harus nunggu sunatan massal berikutnya”
”Kira-kira kapan tuh?” tanya Jupri penuh harap.
”Yah,..paling lima tahun lagi. Sekalian kampanye partai” jawab kader partai polos.
”hah? 5 tahun lagi?? Gila ! adik saya ini udah keas 6 SD, kalo nunggu 5 tahun lagi mungkin kulitnya udah ga mempan disunat !” ceplos Jupri dengan nada kesal. Namun dalam hati, Jupri menyesal terlambat datang hanya karena tadi sebelum berangkat ke acara sunatan massal tersebut ia ingin menikmati lagu sleeping awake nya P.O.D yang sedang diputar di salah satu stasiun televisi favoritnya. Jupri pikir dia tidak akan terlambat kalau dia menunda berangkat ke balai desa untuk menikmati hanya satu lagu saja. Ternyata, waktu yang dia gunakan untuk menikmati satu lagu itu harus dibayar dengan penantian selama 5 tahun. Dalam hati Jupri juga bertanya kesal, kenapa partai-partai itu hanya mau mengadakan sunatan massal ketika menjelang pemilu yang hanya 5 tahun sekali saja?! Dasar ada maunya ! Sebel!
Pren, seperti halnya Jupri, betapa sering kita menunda-nunda melakukan sesuatu yang harusnya segera kita kerjakan- meskipun menyegerakan kebaikan bukan berarti tergesa-gesa. Kita sering berleha-leha dalam melakukan pekerjaan seakan waktu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Padahal, waktu ibarat pedang, apabila kita tidak mahir menggunakannya maka kita akan celaka. Waktu tetap berjalan tanpa memperdulikan apapun aktivitas kita, apakah kita sedang melakukan kebaikan atau keburukan. Waktupun tetap berjalan meninggalkan kita meskipun kita tidak melakukan apapun. Waktu tidak pernah berkompromi dengan kemalasan. Berkaitan dengan waktu, Rasulullah saw bersabda :
Peliharalah 5 perkara sebelum (datangnya) 5 perkara. Saat hidupmu sebelum datang saat matimu, saat sehatmu sebelum datang saat sakitmu, saat luangmu sebelum datang saat sempitmu, saat mudamu sebelum datang saat tuamu, dan saat kayamu sebelum datang saat miskinmu (HR. Hakim & Baihaqi)
Waktu adalah nikmat dari Allah yang luar biasa yang harus kita syukuri dengan cara mempergunakannya sebaik mungkin. Kita tentunya tidak ingin bermalas-malasan sementara di waktu yang sama orang lain sedang mengukir kesuksesan untuk dunia dan akhiratnya. Makanya mulai sekarang, kita musti belajar untuk melalui detik demi detik dengan penuh makna. Don’t waste your time, Ok?!(dari OPENMIND)
”Waduh, mantrinya baru saja pulang sebelum kamu datang tadi. Yah,...kira-kira tiga menit yang lalu. Acaranya kan cuma sampai jam satu?! Ini udah jam satu lewat ” jawab kader partai tersebut sambil menunjuk jam di tangannya.
”Padahal tadi mantrinya udah nunggu lama lho..!” sambung si kader partai.
”Terus adik saya ga jadi disunat nih?”
”Ya harus nunggu sunatan massal berikutnya”
”Kira-kira kapan tuh?” tanya Jupri penuh harap.
”Yah,..paling lima tahun lagi. Sekalian kampanye partai” jawab kader partai polos.
”hah? 5 tahun lagi?? Gila ! adik saya ini udah keas 6 SD, kalo nunggu 5 tahun lagi mungkin kulitnya udah ga mempan disunat !” ceplos Jupri dengan nada kesal. Namun dalam hati, Jupri menyesal terlambat datang hanya karena tadi sebelum berangkat ke acara sunatan massal tersebut ia ingin menikmati lagu sleeping awake nya P.O.D yang sedang diputar di salah satu stasiun televisi favoritnya. Jupri pikir dia tidak akan terlambat kalau dia menunda berangkat ke balai desa untuk menikmati hanya satu lagu saja. Ternyata, waktu yang dia gunakan untuk menikmati satu lagu itu harus dibayar dengan penantian selama 5 tahun. Dalam hati Jupri juga bertanya kesal, kenapa partai-partai itu hanya mau mengadakan sunatan massal ketika menjelang pemilu yang hanya 5 tahun sekali saja?! Dasar ada maunya ! Sebel!
Pren, seperti halnya Jupri, betapa sering kita menunda-nunda melakukan sesuatu yang harusnya segera kita kerjakan- meskipun menyegerakan kebaikan bukan berarti tergesa-gesa. Kita sering berleha-leha dalam melakukan pekerjaan seakan waktu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Padahal, waktu ibarat pedang, apabila kita tidak mahir menggunakannya maka kita akan celaka. Waktu tetap berjalan tanpa memperdulikan apapun aktivitas kita, apakah kita sedang melakukan kebaikan atau keburukan. Waktupun tetap berjalan meninggalkan kita meskipun kita tidak melakukan apapun. Waktu tidak pernah berkompromi dengan kemalasan. Berkaitan dengan waktu, Rasulullah saw bersabda :
Peliharalah 5 perkara sebelum (datangnya) 5 perkara. Saat hidupmu sebelum datang saat matimu, saat sehatmu sebelum datang saat sakitmu, saat luangmu sebelum datang saat sempitmu, saat mudamu sebelum datang saat tuamu, dan saat kayamu sebelum datang saat miskinmu (HR. Hakim & Baihaqi)
Waktu adalah nikmat dari Allah yang luar biasa yang harus kita syukuri dengan cara mempergunakannya sebaik mungkin. Kita tentunya tidak ingin bermalas-malasan sementara di waktu yang sama orang lain sedang mengukir kesuksesan untuk dunia dan akhiratnya. Makanya mulai sekarang, kita musti belajar untuk melalui detik demi detik dengan penuh makna. Don’t waste your time, Ok?!(dari OPENMIND)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar