Powered By Blogger

Minggu, 09 Januari 2011

Fresh From The Oven

Adik laki-laki Jupri yang kesal karena tidak jadi disunat (cerita sebelumnya baca OpenMind 7) terpikir untuk ‘ngerjai’ Jupri. Dia mengendap-endap mendekati Jupri yang sedang terlelap diatas dipan bambu dan dibuai angin sepoi-sepoi di halaman belakang. Dia melihat seonggok kotoran ayam yang masih “fresh from the oven” kemudian....
mencoleknya. Benda yang mirip cokelat yang “anget-anget tahi ayam” itu dioleskan ke pucuk hidung Jupri. Setelah berhasil dengan misinya, dia segera meninggalkan Jupri dengan perasaan puas.
Tak lama kemudian, Jupri terbangun karena terganggu dengan adanya aroma sejuta rasa yang menyeruak memasuki rongga hidungnya. ”Kayaknya disini bau tai ayam?” pikir Jupri, Jupri pun pindah ke kamarnya. Tapi bau tai ayam itu tidak juga hilang. ”Masak dikamar gue juga ada bau tahi ayam?!” Jupri keluar menuju pos ronda yang memang tidak jauh dari rumahnya demi melanjutkan episode mimpinya, tapi bau tahi ayam itu masih tercium juga. Kemanapun Jupri melangkah, bau tahi ayam itu tak kunjung sirna. ”Waduh, kayaknya kampung ini emang kena wabah bau tai ayam!”
---

Pren, betapa sering seorang manusia memiliki anggapan yang keliru terhdap orang lain atau sesuatu. Padahal seandainya orang tersebut mau ’melihat’ dirinya, dia akan menemukan bahwa ternyata kekeliruan tersebut ada pada dirinya. Kekliruan itu ada pada persepsinya. Dan dari kekeliruan persepsi tersebut akan mengakibatkan kekeliruan sikap.
Seseorang yang memiliki persepsi bahwa baik-tidaknya seseorang, mulia tidaknya seseorang itu dari penampilan lahiriah saja, bila ia bertemu dengan seseorang yang berpenampilan apa adanya (mis. Celana jeans dan kaos oblong) maa akan beranggapan bahwa orang –yang berpenampilan apa adanya (tapi sesuai syariat)- tersebut tidak baik dan tidak mulia. Padahal, penentu derajat kemuliaan disisi Allah adalah ketakwaan seeorang.
Begitupula bila ada seorang mslim yang tidak memiliki pemahaman yang baik tentang islam, maka dia tidak akan setuju dengan upaya penerapan aturan Allahlah manusia akan dimuliakan.
Saya tidak mengajak untu mencela orang-orang yang memiliki persepsi keliru. Saya mengajak untuk bersikap lebih bijaksana.
Andai saja ada seseorang yang memberitahu Jupri bahwa di hidungnya ada tahi ayam dan kemudian timbul kesadaran dalam diri Jupri – bahwa sumber bau itu ternyata melekat pada dirinya – kemudian menghilangkan tahi ayam tersebut, tentu Jupri tidak akan beranggapan bahwa seluruh kampung bau tahi ayam.
Orang yang memiliki persepsi yang keliru akan terus dengan kekeliruannya seandainya tidak ada orang yang menunjukinya kebenaran.
Bersabarlah, bersikap proporsional, karena mungkin ketika kita berusaha menunjuki nya kebenaran dia tidak langsung menyadari kekeliruan persepsinya kemudian menggantinya dengan persepsi yang benar. Teruslah berusaha. Percayalah, tidak ada usaha yang sia-sia. Allah Maha menyaksikan semua usaha kita. Semoga Allah membimbing dan meridoi kita semua amiin. (dari OPENMIND)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar